Dokumentasi WLJ Cloud
Panduan lengkap untuk menggunakan layanan cloud hosting kami
Pengenalan
Selamat datang di dokumentasi WLJ Cloud. Dokumentasi ini akan membantu Anda memahami cara menggunakan layanan kami, mulai dari konsep dasar hingga penggunaan API untuk reseller.
WLJ Cloud menyediakan solusi Virtual Machine (VM) yang fleksibel dan terjangkau, dengan dukungan berbagai sistem operasi dan konfigurasi jaringan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Apa itu WLJ Cloud?
WLJ Cloud adalah platform cloud hosting yang menyediakan Virtual Machine (VM) dengan teknologi virtualisasi Proxmox VE. Kami menawarkan solusi hosting yang handal dengan harga terjangkau untuk berbagai kebutuhan, mulai dari development, testing, hingga production.
Fitur Utama
Virtual Machine Fleksibel
- Berbagai pilihan OS (Windows & Linux)
- Konfigurasi CPU, RAM, dan Storage custom
- Kontrol penuh terhadap VM Anda
Billing Fleksibel
- Billing harian, mingguan, atau bulanan
- Perpanjangan otomatis atau manual
- Diskon khusus untuk reseller (30%)
Opsi Jaringan
- NAT dengan port forwarding
- Dedicated IP publik
- Konfigurasi jaringan fleksibel
Kontrol Penuh
- Start, stop, restart VM kapan saja
- Reinstall OS tanpa data loss password
- Web console untuk akses langsung
Tipe Jaringan VM
WLJ Cloud menyediakan dua tipe konfigurasi jaringan untuk Virtual Machine Anda: NAT (Network Address Translation) dan Dedicated IP. Setiap tipe memiliki karakteristik dan use case yang berbeda.
Catatan: Pemilihan tipe jaringan dilakukan saat pembuatan order dan tidak dapat diubah setelahnya.
Perbedaan NAT dan Dedicated IP
NAT (Network Address Translation)
- Menggunakan IP private internal
- Berbagi IP publik dengan VM lain
- Akses melalui port forwarding
- Lebih ekonomis
- Cocok untuk development & testing
Dedicated IP
- IP publik eksklusif untuk VM Anda
- Tidak berbagi dengan VM lain
- Semua port terbuka secara default
- Harga lebih tinggi
- Cocok untuk production & public services
Alur Kerja NAT
Pada konfigurasi NAT, VM Anda memiliki IP private dan menggunakan IP publik bersama melalui mekanisme port forwarding. Berikut ilustrasi cara kerja NAT:
graph LR
A[Internet User] -->|Connect to| B[Public IP:Port]
B -->|Port Forwarding| C[NAT Gateway]
C -->|Route to| D[VM Private IP:Port]
style A fill:#3b82f6,color:#fff
style B fill:#10b981,color:#fff
style C fill:#f59e0b,color:#fff
style D fill:#8b5cf6,color:#fff
Contoh NAT: Jika VM Anda memiliki IP private 10.0.0.5 dan Anda ingin mengakses SSH (port 22),
maka akan dialokasikan port publik seperti 203.0.113.1:55022 yang akan di-forward ke 10.0.0.5:22
Alur Kerja Dedicated IP
Pada konfigurasi Dedicated IP, VM Anda memiliki IP publik sendiri yang dapat diakses langsung tanpa port forwarding. Berikut ilustrasi cara kerja Dedicated IP:
graph LR
A[Internet User] -->|Direct Connection| B[VM Public IP:Any Port]
style A fill:#3b82f6,color:#fff
style B fill:#10b981,color:#fff
Contoh Dedicated IP: VM Anda memiliki IP publik 203.0.113.50,
sehingga dapat diakses langsung di port manapun seperti 203.0.113.50:22 (SSH),
203.0.113.50:80 (HTTP), atau 203.0.113.50:3389 (RDP)
Kapan Menggunakan NAT?
- Development dan testing aplikasi
- Proyek dengan budget terbatas
- Aplikasi yang hanya butuh beberapa port terbuka
- Server yang tidak perlu banyak koneksi eksternal
Kapan Menggunakan Dedicated IP?
- Hosting website atau aplikasi production
- Server yang perlu banyak port terbuka
- Aplikasi yang membutuhkan IP statis
- Service yang memerlukan whitelist IP
Perhatian: Tipe jaringan tidak dapat diubah setelah VM dibuat. Pastikan Anda memilih tipe yang sesuai dengan kebutuhan sejak awal.
Dokumentasi API
Akses Terbatas: Dokumentasi API hanya tersedia untuk akun reseller. Silakan login dengan akun reseller atau hubungi administrator untuk upgrade akun Anda.